Sabtu, 01 Maret 2008

Manfaat Cacing

Khasiat daging cacing rubellus Cacing dapat menjadi obat yang manjur untuk menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya penyakit tekanan darah rendah dan tinggi, kencing manis, tipus,
rematik, disentri, maag, muntaber, asma dan penyakit kronis lainnya.
Hasil-hasil penelitian pun telah menguak multi manfaat cacing. Hewan ini mengandung berbagai enzim penghasil antibiotik dan
asam arhidonat yang berkhasiat menurunkan demam. Sejak tahun 1990 di Amerika Serikat cacing ini dimanfaatkan sebagai penghambat pertumbuhan kanker. Di Jepang dan Australia, cacing dijadikan bahan baku kosmetika. Penelitian laboratorium
mikrobiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam Unpad Bandung tahun 1996 menunjukan bahwa ekstra
cacing rubellus mampu menghambat pertumbuhan bakteri
patogen penyakit tipus dan diare.
Bagaimana berobat dengan cacing?
Cacing rubellus memiliki beberapa kandungan yang bermanfaat bagi
manusia jika dimakan, penyembuhan dengan memanfaatkan
daging cacing dilakukan pada saat kita sehat, penyembuhan itu harus melalui proses jauh sebelum sakit tiba, itulah sebabnya dunia ingin membuat aneka ragam makanan yang mampu dikonsumsi tanpa harus tau bahwa itu berasal dari cacing, Pada usia separuh tua, perlu banyak mengkonsumsi cacing agar memiliki ketahanhan terhadap berbagai penyakit. Terutama mereka yang sering
menderita tipes, demam, batuk flu dll.


DALAM PERTANIAN

Pakar cacing dari Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Fapet Unpad) Ir Bambang Sudiarto mengatakan, cacing tanah dapat membantu penanganan `darurat sampah` di Kota Bandung dengan memeliharanya di tempat penampungan akhir (TPA) atau tempat penampungan sementara (TPS). Demikian dilaporkan Kantor Berita Nasional Antara tanggal 25 Juni 2006.

"Sampah yang ditampung di TPA atau TPS tersebut dapat dijadikan sumber makanan cacing," katanya, di Bandung, hari Minggu tanggal 25 Juni 2006.

Menurut dia, kemudahan memanfaatkan cacing tanah dalam membantu penanganan sampah tersebut, terletak pada sifatnya yang gemar makan hingga masyarakat yang tinggal di kawasan TPA atau TPS tinggal memilah antara sampah organik dengan non-organik.

Ia mengatakan cacing tanah yang dibudidayakan di TPA atau TPS tersebut dapat memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat.

"Pasalnya dari budi daya cacing tanah itu didapatkan tepung cacing tanah untuk ternak ikan atau ke depannya nanti juga cacing tanah dapat dijadikan sumber protein hewani seperti yang telah dilakukan di Inggris," katanya.

Atau, lanjut dia, kotoran cacing tanah juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk hingga dapat dikatakan cacing tanah itu memiliki tiga potensi yakni untuk membantu pengelolaan lingkungan, sumber pupuk organik, dan sumber protein hewani.

Oleh karena itu, ia mengemukakan tidak salahnya jika pemerintah dapat mendorong masyarakat yang tinggal di kawasan TPA/TPS untuk memanfaatkan potensi yang ada dari cacing tanah.

"Sayangnya sampai sekarang, masyarakat belum memahami atau mengerti bagaimana memanfaatkan cacing tanah tersebut," katanya.

Ia mengatakan setidaknya ada dua manfaat penting dari cacing tanah yakni `vermicomposting` atau pengomposan dari cacing tanah dan budi daya cacing tanah.

Jenis cacing tanah yang dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah itu, antara lain jenis Lumbricus rubellus, Pheretima atiatica, Peryonix excavatus dan Eisinia fetida, yang mudah didapatkan.



1 komentar:

dawaaulyaum mengatakan...

tlng dong, criin gw cara n tehnik bikin obt tipes dr ccg tabah, kadang terdesak untuk mendaPATKANNYA TP TK DIJUMPAI, aoalagi thak brt kl ditmbah tehnik ngasiinnya ke pasien. agar diaany tk tau kl itu ccg ya?